Gitu aja kok repot…

Dalam hidup ini ada banyak pilihan yang bisa kita pilih. Sayangnya..ada saat-saat di mana kita diharuskan untuk memilih sesuatu yang bukan keinginan kita. Seperti sore itu, juminten harus rela berbaur dengan mahasiswa yang 7 semester di bawahnya. Baru beberapa bulan lalu juminten dkk menduduki jabatan sebagai peng-ospek tersenior. Hari ini dia harus duduk manis dengan wajah-wajah yang beberapa bulan lalu jadi sasaran ‘bentak2kan’. Mau bagaimana lagi. Demi ayah yang sudah bosan mengirimi nya uang bulanan..juminten telah bertekat untuk segera menyelesaikan kuliah nya. Termasuk ‘menyelesaikan’ 2 mata kuliah semester awal yang nilainya rapat kanan.

Ah..sudah cukup tentang juminten. Tokoh utama dalam cerita saya kali ini bukan juminten. Tapi teman satu kelompoknya juminten. Si Mendrofa Halawa. Namanya sih keren, sesuai lah dengan tampangnya yang agak-agak kebule-bulean. Penilaian itu berlaku kalau si Mendrofa lagi diem. Tapi kalau beliau sudah angkat bicara..hagh..terus terang saya jadi ilfil. Mahluk dari planet lain yang mencampur adukkan bahasa indonesia dengan bahasa Nias.

Jadi begini ceritanya..
Pas semuanya lagi asyik-asyik ngerjain tugas, hape nya Mendrofa tiba-tiba bunyi. Sebagai mahluk yang bersopan santun,  diskusi yang semula agak riuh, mendadak hening. Hanya suara Mendrofa dan Ayahnya yang terdengar. Dua mahluk planet lain sedang melepas rindu di bumi. Begini kira-kira isi pembicaraan mereka setelah saya terjemahkan dalam bahasa Indonesia yang kurang baku.

Pak Halawa: Hallo…  bagaimana kabar mu nak?

Mendrofa: Baik-baik saja Pak…

Pak Halawa: Bagaiman?? sudah mulai betah tinggal di perantauan?  kuliah kamu tidak ada masalah bukan?

Mendrofa: Ahhh semuanya baik-baik saja kok Pak. Kuliah saya juga lancar-lancar saja.  Saya mulai betah dengan suasana di sini.

Pak Halawa: Bagus…sebaiknya memang begitu, kalau menjadi anak laki-laki itu tidak boleh manja. Pintar-pintar lah berteman. Teman-teman mu sudah banyak di sana kan?

Mendrofa: Ahhh, itu dia masalahnya Bapak…. Teman-teman saya baik-baik semua. Mereka semua anak-anak rang kaya Pak. Mereka diberikan fasilitas lengkap oleh orang tuanya.

Pak Halawa: Oh…begitu ya? Kamu jangan sungkan-sungkan, kamu kan anak Bapak sau-satunya. Sebutkan saja fasilitas mua yang masih kurang..

Mendrofa (dengan semangat 2009): Ahhh Bapak ini memang orang tua yang paling pengertian sekali. Jadi begini Bapak… Me  kalau mau kuliah harus naik angkutan. Padahal kalau pagi itu angkutan susah.  Jadi saya sering terlambat kuliah. Kalau teman-teman Me pergi ke kampus,  mereka selalu bawa angkutan sendiri, ada yang bawa kuda, ada yang bawa kijang, ada yang bawa….. (belum sempat Mendrofa menyelesaikan kalimatnya, Pak Halawa langsung memotong curhat-an anak semata wayangnya itu).

Pak Halawa: ooo…jadi itu masalahnya?!  Kamu tenang saja… nanti Bapak kirim Babi dari sini buat mu…

*******************************

~ oleh ngegembel pada 7 Desember 2009.

3 Tanggapan to “Gitu aja kok repot…”

  1. wakahawhawhahw, mahluk planet :lol:

    Blog Jelek sumpah, jangan diklik!

  2. Ah… bapak yg bijak

  3. Cekakakak konyol nih..,,

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.