Hubungan Tikus dengan Pembangunan

Sensus tahun 1963 di Indonesia menyebutkan bahwa 30% hasil padi habis dimakan tikus. Jumlah itu dapat memberi makan penduduk Singapura selama 16 tahun. Kalau pemerintah mau membangun dengan hasil yang maksimal, perlu diprogramkan pula upaya memberantas tikus. Dengan membiarkan tikus merajalela, lambat laun binatang itu akan mempengaruhi tabiat manusia. Karena itu berantaslah tikus, agar manusia tidak berperangai tikus.

~ oleh ngegembel pada 12 Maret 2010.

2 Tanggapan to “Hubungan Tikus dengan Pembangunan”

  1. Cuma segini aja penelitiannya?? Hehe

  2. sip… sepakat… pake kucing? :D

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.